Linieryang dimaksudkan di sini adalah kesesuaian antara bidang studi pada ijasah S-1/D-IV dengan bidang studi sertifikasi guru. Berikut daftar kode bidang studi (mata pelajaran) sertifikasi guru tahun 2015 serta daftar linearitas ijazah dengan sertifikasi pendidik/guru mata pelajaran umum SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK, Dan SLB : Linieryang dimaksudkan di sini yakni kesesuaian antara bidang studi pada ijasah S-1/D-IV dengan bidang studi sertifikasi guru. Berikut instruksi bidang studi sertifikasi guru tahun 2019 serta daftar linearitas ijazah dengan sertifikasi pendidik/guru mata pelajaran umum SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK, Dan SLB : LinieritasKualifikasi S-1/D-IV dengan Bidang Studi Sertifikasi Linier yang dimaksudkan di sini adalah kesesuaian antara bidang sebagai berikut. A. Guru Mata Pelajaran Umum di SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK, dan SLB No Bidang Studi Sertifikasi Kode S-1/D-IV Kependidikan/ Non-Kependidikan 1. Guru Kelas TK 020 PGTK/PAUD dan Psikologi 2. Matapelajaran Informatika Pilihan SMA XI dan Kelas XII dapat diampu oleh guru yang mempunyai kualifikasi akademik sarjana atau sertifikat pendidik ilmu komputer atau informatika.; Mata pelajaran IPA dalam struktur kurikulum pada SMA kelas X sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II huruf B dapat diajarkan oleh guru yang mempunyai kualifikasi akademik sarjana dan/atau bersertifikat pendidik guru Selainbagi guru/pendidik, ini berlaku juga untuk guru yang mendapatkan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah maupun Pengawas. Berikut kode bidang studi sertifikasi guru tahun 2015 serta daftar linearitas ijazah dengan sertifikasi pendidik/guru mata pelajaran umum SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK, dan SLB selengkapnya : a kesesuaian mata pelajaran yang diampu dengan sertifikat pendidik jenjang sekolah menengah atas no. BIDANG KEILMUAN KURIKULUM JENIS GURU KODE DAN NAMA BIDANG (PDF) A. KESESUAIAN MATA PELAJARAN YANG DIAMPU DENGAN SERTIFIKAT PENDIDIK JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS NO. Linieryang dimaksudkan di sini yaitu kesesuaian antara bidang studi pada ijasah S-1/D-IV dengan bidang studi sertifikasi guru. Berikut daftar isyarat bidang studi (mata pelajaran) sertifikasi guru tahun 2015 serta daftar linearitas ijazah dengan sertifikasi pendidik/guru mata pelajaran umum SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK, Dan SLB : PermendikbudNomor 46 Tahun 2016 tentang Penataan Linieritas Guru Bersertifikat Pendidik ini memuat Kesesuaian Mata Pelajaran Yang Diampu Dengan Sertifikat Pendidik guru TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Daftar kesesuaian mata pelajaran yang diampu dengan sertifikat pendidik guru disebutkan kode bidang studi sertifikasi guru yang lama dan kode bidang LinieritasKualifikasi S-1/D-IV dengan bidang studi sertifikasi. Linier yang dimaksudkan di sini adalah kesesuaian antara bidang studi pada ijasah S-1/D-IV dengan bidang studi sertifikasi guru. Berikut arahan bidang studi sertifikasi guru tahun 2019 serta daftar linearitas ijazah dengan sertifikasi pendidik/guru mata pelajaran umum SD/MI Sedangkanyang dimaksud dengan rumpun mata pelajaran secara sederhana sanggup diartikan sebagai daftar mata pelajaran yang linier/serumpun dengan mata pelajaran tertentu. Artikel Terkait: Bidang Studi Sertifikasi PAI. Kode Bidang Sertifikasinya ialah 030, 067, 127, 300 vBitdat. Program studi linier dari sarjana ke pascasarjana akan memberikan beberapa keuntungan bagi Anda. Beberapa orang mungkin nyaman-nyaman saja melanjutkan kuliah pada prodi yang tidak liner. Akan tetapi, siapkah Anda untuk belajar dari awal tentang prodi tersebut? Linieritas merupakan pengambilan prodi yang masih satu bidang ilmu, subrumpun, atau rumpun ilmu. Misalnya, Anda lulusan sarjana Prodi Ekonomi Pembangunan dan melanjutkan Pascasarjana Ekonomi Pembangunan dikatakan linier karena satu bidang ilmu. Prodi Ekonomi Pembangunan melanjutkan Pascasarjana Ekonomi Syariah masih linier karena satu sub rumpun ilmu. Lalu, Sarjana Ekonomi Pembangunan melanjutkan Pascasarjana Administrasi Keuangan juga masih linier karena satu rumpun ilmu. Profesi Dosen Menuntut Kelinieran Profesi Dosen Keuntungan memilih program studi linier adalah berkesempatan luas menjadi dosen. Seorang dosen berpendidikan pascasarjana akan mengajar di jenjang sarjana. Jadi, dia harus mengajar mata kuliah yang pernah diambil dulu. Jika tidak linier akan cukup menyulitkan memberikan mata kuliah yang sesuai kepakarannya. Kelinieran seorang dosen juga menentukan jenis penelitian yang dikerjakan. Dosen dituntut untuk melakukan riset di bidangnya. Maka, dosen harus memiliki keahlian pada bidang ilmu tertentu. Jika, pendidikan dosen tidak linier akan sulit juga menentukan kepakarannya. Namun, kelinieran tidak semata-mata ditentukan dari program studi yang diambil. Mata kuliah yang telah ditempuh, kajian tesis, serta mata kuliah yang diajarkan juga dapat digunakan untuk mempertimbangkan kelinieran. Akan tetapi, Anda yang memang bertekad menjadi dosen lebih baik mengambil prodi yang linier. Kelinieran Memudahkan Proses Belajar Kuliah di Pascarjana Keuntungan lain kuliah pada program studi linier adalah melanjutkan mata kuliah yang diambil di jenjang sarjana. Kuliah di pascasarjana merupakan pendalaman materi dari jenjang sarjana. Anda akan mendapatkan mempelajari beberapa hal yang lebih spesifik daripada dulu waktu sarjana. Tujuannya Anda dapat mendalami hal tersebut. Jika prodi serjana dan pascasarjana linear, Anda tidak perlu lagi belajar materi dasar kuliah dari awal. Setidaknya Anda sudah memiliki bekal ilmu di jenjang sarjana. Selebihnya mengembangkannya sesuai spesifikasi atau kepakaran yang ingin Anda dalami. Saat mengambil prodi yang tidak linear, Anda harus belajar dari awal tentang teori-teori dasar. Beberapa prodi memang memberikan matrikulasi bagi mahasiswa yang tidak linear. Akan tetapi, matrikulasi hanya dilakukan sekitar 1-6 bulan saja. Melanjutkan Penelitian di Jenjang Sarjana Kuliah Jenjang Sarjana Ketika Anda mengambil program studi linear, tentu sudah memiliki gambaran tesis yang akan dikerjakan. Durasi kuliah di jenjang pascasarjana S-2 hanya 2 tahun. Waktu sesingkat itu harus Anda manfaatkan untuk segera menyusun tesis sejak diterima kuliah. Jika prodi linear, Anda dapat memiliki rancangan tesis dengan melanjutkan penelitian di jenjang sarjana. Keuntungan melajutkan kajian penelitian adalah kepakaran Anda makin terasah. Kajian penelitian Anda juga makin dalam. Jika Anda mampu melakukan penelitian berdasarkan metode yang tepat di jenjang sarjana, jenjang pascasarjana akan membawa Anda untuk membuktikan kebenaran teori dengan meneliti fenomena tertentu. Anda dapat menemukan suatu fenomena jika telah memahami teori dengan baik. Teori tersebut telah Anda teliti di jenjang sarjana. Maka, di jenjang ini Anda mencoba mengaplikasikan teori untuk menjelaskan fenomena yang terjadi di masyarakat. Penelitian di jenjang sarjana dapat Anda jadikan acuan untuk memilih topik yang akan diteliti menjadi tesis. Keuntungannya adalah Anda sudah selangkah lebih maju serta tidak harus belajar lagi dari awal. Jika tidak linear, Anda harus memahami teori dasar, kemudian menemukan persoalan-persoalan untuk diteliti. Tentu saja Anda butuh waktu ekstra untuk melakukannya. Program studi linear akan membuat Anda belajar secara utuh tentang suatu hal. Keutuhan tersebut akan membuat Anda lebih mudah dan cepat menemukan kebaruan-kebaruan tentang suatu ilmu. Anda akan menjadi ahli dalam bidang tertentu. Oleh karena itu, memilih jurusan kuliah sangat perlu pertimbangan-pertimbangn tertentu. Sebaiknya, Anda juga membaca tips memilih jurusan di kampus untuk mempertimbangkan hal selain kelinieran. Penetapan bidang studi sertifikasi guru berdasarkan mata pelajaran pada UKG tahun 2015. Bagi guru yang UKG-nya belum sesuai dengan bidang studi sertifikasi yang akan diambil, maka wajib mengikuti UKG lagi sesuai waktu yang akan ditentukan. Hal penting yang harus diperhatikan oleh guru bahwa bidang studi ini akan melekat terus pada guru selama menjalankan profesi guru. Nomor kode bidang studi sebagaimana pada Lampiran 2 akan menjadi dasar LPTK dalam melakukan penilaian portofolio, PLPG, dan penerbitan sertifikat pendidik, maka diharapkan tidak terjadi kesalahan nomor kode bidang studi. Kesalahan nomor kode bidang studi dapat menyebabkan permasalahan dalam proses sertifikasi guru di LPTK. Selain itu, nomor kode bidang studi sertifikasi guru juga akan menjadi acuan dasar dalam beberapa kebijakan, yaitu - penentuan soal uji kompetensi; - penentuan pembagian tugas mengajar guru; - pemberian tunjangan profesi guru; - penilaian kinerja guru; dan - pengembangan keprofesian berkelanjutan. Penetapan bidang studi sertifikasi pola PF dan PLPG bagi guru yang mengajar sampai dengan Desember 2005, mengikuti ketentuan sebagai berikut. 1 Sesuai dengan ijazah S-1/D-IV linier, linieritas dapat dilihat pada Lampiran 1. 2 Guru yang memiliki ijazah S-1/D-IV tidak sesuai dengan bidang studi yang akan disertifikasi tidak linier dapat menetapkan bidang studi sertifikasi sesuai dengan Pedoman Penetapan Peserta pelajaran yang diampunya, dengan syarat wajib memiliki masa kerja minimal 5 lima tahun terakhir secara berturut-turut mengajar mata pelajaran tersebut. 3 linier dengan bidang UKG. Bagi guru yang mengajar tahun 2006-2015 penetapan bidang studi sertifikasi harus linier dengan kualifikasi akademik S-1/D-IV. Dimungkinkan tidak linier tetapi serumpun dengan masa kerja pada mata pelajaran serumpun tersebut 5 lima tahun terakhir berturut-turut. Linieritas dapat dilihat pada lampriran 1. Berikut ini beberapa contoh penetapan pilihan bidang studi. No Contoh Penetapan Bidang Studi 1 “A” adalah guru Matematika lulusan D3 Pendidikan Matematika yang telah mengajar di SMP selama 10 tahun terakhir, kemudian melanjutkan pendidikan dan lulus jenjang S1 pada program studi Bahasa Indonesia. Ia mengajar Matematika pada saat ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru, maka yang bersangkutan dapat mengikuti sertifikasi guru bidang studi Bahasa Indonesia atau Matematika. 2 “B” adalah guru lulusan S1 Fakultas Hukum dari salah satu perguruan tinggi, tidak memiliki Akta IV, mengajar PKn selama 10 tahun terakhir di SMA sampai saat mengikuti sertifikasi guru. Guru tersebut dapat mengikuti sertifikasi guru untuk bidang studi PKn. 3 "“D” adalah guru tamatan SPG dan saat ini mengajar sebagai guru kelas di SD dengan masa kerja 28 tahun. Guru tersebut mengikuti pendidikan lanjutan untuk mendapatkan ijasah Diploma II PGSD.,Setelah itu guru tersebut melanjutkan lagi untuk mengikuti kuliah S1. Karena perguruan tinggi di wilayahnya tidak ada jurusan S1 PGSD maka jurusan yang diikutinya adalah Administrasti Pendidikan dan ia telah lulus 3 tahun yang lalu. Guru tersebut harus mengikuti sertifikasi guru untuk guru kelas di SD" Demikian tulisan tentang Penetapan Bidang Studi Sertifikasi Guru. Semoga bermanfaat dan semoga Anda diberi kelancaran. Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia... Dalam kesempatan yang baik ini, saya akan share mengenai kode bidang studi atau mata pelajaran sertifikasi guru / pendidik lengkap mulai dari guru yang mengajar pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, MA/MA, SMK/MAK, maupun SLB. Berikut daftar selengkapnya Kode Bidang Studi / Mata Pelajaran Sertifikasi Guru / Pendidik untuk semua jenjang pendidikan A. GURU MATA PELAJARAN UMUM DAN KEJURUAN NON PRODUKTIF DI SD/MI, SMP/MTS, MA/MA, SMK/MAK*, DAN SLB Pengelompokan mata pelajaran berdasarkan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, dan Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru. Kode ini digunakan juga untuk kode Bidang Studi bagi Pengawas Sekolah yang disertifikasi sebagai guru. No Satuan Pendidikan Mata Pelajaran/Bidang Studi/Guru Kelas Kode 1 PAUD/TK/RA Guru Kelas TK 020 2 SD/MI Guru Kelas SD 027 3 SDLB/SMPLB/SMALB Pendidikan Luar Biasa 800 4 SD/MI/SDLB; SMP/MTs/SMPLB;SMA/MA/SMALB/SMK/MAK* Seni Budaya 217 5 SD/MI/SDLB; SMP/MTs/SMPLB;SMA/MA/SMALB/SMK/MAK* Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 220 6 SD/MI/SDLB; SMP/MTs/SMPLB; SMA/MA/SMALB/SMK/MAK* Bahasa Inggris 157 7 SMP/MTs/SMPLB;SMA/MA/SMALB/SMK/MAK* Pendidikan Kewarganegaraan PKn 154 8 SMP/MTs/SMPLB;SMA/MA/SMALB/SMK/MAK* Matematika 180 9 SMP/MTs/SMPLB;SMA/MA/SMALB/SMK/MAK* Bahasa Indonesia 156 10 SMP/MTs; SMA/MA Teknologi Informasi dan KomunikasiTIK 224 11 SMP/MTs; SMA/MA Keterampilan ** 12 SMP/MTs/SMPLB; SMALB, SMK/MAK* Ilmu Pengetahuan Alam IPA 097 13 SMP/MTs/SMPLB; SMALB,SMK/MAK* Ilmu Pengetahuan Sosial IPS 100 14 SMA/MA/SMK/MAK* Biologi 190 15 SMA/MA/SMK/MAK* Fisika 184 16 SMA/MA/SMK/MAK* Kimia 187 17 SMA/MA Ekonomi 210 18 SMA/MA Sosiologi 214 19 SMA/MA Antropologi 215 20 SMA/MA Geografi 207 21 SMA/MA Sejarah 204 22 SMA/MA/SMK/MAK* Bahasa Arab 167 23 SMA/MA/SMK/MAK* Bahasa Jerman 160 24 SMA/MA/SMK/MAK* Bahasa Perancis 164 25 SMA/MA/SMK/MAK* Bahasa Jepang 170 26 SMA/MA/SMK/MAK* Bahasa Mandarin 174 27 SMK/MAK* Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi KKPI 330 28 SMK/MAK* Kewirausahaan 331 29 SMP/MTs/SMPLB;SMA/MA/SMALB/SMK/MAK* Bimbingan dan Konseling Konselor 810 Catatan * Hanya untuk kelompok mata pelajaran normatif dan adaptif ** Kode bidang studi/mata pelajaran Keterampilan disesuaikan dengan jenis keterampilan yang ada dapat dilihat pada kode bidang studi/mata pelajaran produktif SMK B. MATA PELAJARAN KEJURUAN PRODUKTIF DI SMK/MAK Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 251/C/KEP/MN/2008 Tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan Kode ini digunakan juga untuk kode mata pelajaran Muatan Lokal SD/SMP/SMA atau keterampilan SMP/SMA, dan digunakan juga untuk kode Bidang Studi bagi Pengawas Sekolah yang disertifikasi sebagai guru. No Bidang Studi Keahlian Program Studi Keahlian Kompetensi Keahlian Kode 1. Teknologi dan Rekayasa Teknik Bangunan Teknik Konstruksi Baja 401 Teknik Konstruksi Kayu 402 Teknik Konstruksi Batu dan Beton 403 Teknik Gambar Bangunan 406 Teknik Furnitur 616 Teknik Plambing dan sanitasi Teknik Plambing dan Sanitasi 407 Teknik Survey dan Pemetaan Teknik Survey dan Pemetaan 521 Teknik Ketenagalistrikan Teknik Pembangkit Tenaga Listrik 415 Teknik Distribusi Tenaga Listrik 417 Teknik Transmisi Tenaga Listrik 414 Teknik Instalasi Tenaga Listrik 617 Teknik Otomasi Industri 618 Teknik Pendinginan dan Tata Udara Teknik Pendinginan dan Tata Udara 536 Teknik Mesin Teknik Pemesinan 424 Teknik Pengelasan 421 Teknik Fabrikasi Logam 422 Teknik Pengecoran Logam 423 Teknik Gambar Mesin 426 Teknik Pemeliharaan Mekanik Mesin 425 Teknik Otomotif Teknik Kendaraan Ringan 586 Teknik Sepeda Motor 587 Teknik Perbaikan Bodi 429 Otomotif Teknik Alat Berat 428 Teknik Ototronik 430 Teknologi Pesawat Udara Air Frame dan Power Plant 470 Pemesinan Pesawat Udara 467 Konstruksi Badan Pesawat Udara 469 Konstruksi Rangka Pesawat Udara 468 Kelistrikan Pesawat Udara 472 Elektronika Pesawat Udara 473 Pemeliharaan dan Perbaikan Instrumen Elektronika Pesawat Udara Avionic Electronic Instrumentation Maintenance and Repair 471 Teknik Perkapalan Teknik Konstruksi Kapal Baja 476 Teknik Konstruksi Kapal Kayu 481 Teknik Konstruksi Kapal Fiberglass 588 Teknik Instalasi Pemesinan Kapal 478 Teknik Pengelasan Kapal 477 Kelistrikan Kapal 479 Teknik Gambar Rancang Bangun Kapal 480 Interior Kapal 589 Teknologi Tekstil Teknik Pemintalan Serat Buatan 484 Teknik Pembuatan Benang 485 Teknik Pembuatan Kain 486 Teknik Penyempurnaan Tekstil 590 Garmen 591 Teknik Grafika Persiapan Grafika 492 Produksi Grafika 491 Geologi Pertambangan Geologi Pertambangan 495 Instrumentasi Industri Teknik Instrumentasi Gelas 502 Teknik Instrumentasi Logam 501 Kontrol Proses 499 Kontrol Mekanik 500 Teknik Kimia Kimia Analisis 506 Kimia Industri 505 Pelayaran Nautika Kapal Penangkap Ikan 511 Teknika Kapal Penangkap Ikan 512 Nautika Kapal Niaga 509 Teknika Kapal Niaga 510 Teknik Industri Teknik dan Manajemen Produksi 592 Teknik dan Manajemen Pergudangan 593 Teknik dan ManajemenTransportasi 594 Teknik Perminyakan Teknik Produksi Perminyakan 595 Teknik Pemboran Minyak 596 Teknik Pengolahan Minyak, Gas, dan Petro Kimia 597 Teknik Elektronika Teknik Audio-Video 533 Teknik Elektronika Industri 534 Teknik Mekatronika 598 2. Teknolog informasi dan Komunikasi Teknik Telekomunikasi Teknik Transmisi Telekomunikasi 599 Teknik Suitsing 517 Teknik Jaringan Akses 600 Teknik Komputer dan Informatika Rekayasa Perangkat Lunak 524 Teknik Komputer dan Jaringan 525 Multi Media 526 Animasi 565 Teknik Broadcasting Teknik Produksi dan Penyiaran Program Pertelevisian 530 Teknik Produksi dan Penyiaran Program Radio 529 3. Kesehatan Kesehatan Keperawatan 575 Keperawatan Gigi 577 Analisi Kesehatan 580 Farmasi 582 Farmasi Industri 601 Perawatan Sosial Perawatan Sosial 602 4. Seni, Kerajinan, Seni Rupa Seni Lukis 603 dan Pariwisata Seni Patung 604 Desain Komunikasi Visual 605 Desain Produksi Interior dan Landscaping 606 Desain dan Produksi Kria Desain dan Produksi Kria Tekstil 460 Desain dan Produksi Kria Kulit 461 Desain dan Produksi Kria Keramik 462 Desain dan Produksi Kria Logam 463 Desain dan Produksi Kria Kayu 464 Seni Pertunjukkan Seni Musik Klasik 568 Seni Musik Non Klasik 569 Seni Tari 570 Seni Karawitan 571 Seni Pedalangan 572 Seni Teater 573 Pariwisata Usaha Perjalanan Wisata 607 Akomodasi Perhotelan 549 Tata Boga Jasa Boga 608 Pati seri 434 Tata Kecantikan Kecantikan Kulit 437 Kecantikan Rambut 438 Tata Busana Busana Butik 609 5. Agribisnis danAgroteknologi Agribisnis ProduksiTanaman Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura 553 Agribisnis Tanaman Perkebunan 558 Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman 560 Agribisnis Produksi Ternak Agribisnis Ternak Ruminansia 445 Agribisnis Ternak Unggas 446 Agribisnis Aneka Ternak 610 Perawatan Kesehatan Ternak 611 Agribisnis Produksi Sumber daya Perairan Agribisnis Perikanan 449 Agribisnis Rumput Laut 453 Mekanisasi Pertanian Mekanisasi Pertanian 612 Agribisnis Hasil Pertanian Teknologi Pengolahan Hasil 456 Pertanian Pengawasan Mutu 458 Penyuluhan Pertanian Penyuluhan Pertanian 613 Kehutanan Kehutanan 4 Tahun 614 6. Bisnis danManajemen Administrasi Administrasi Perkantoran 539 Keuangan Akuntansi 540 Perbankan 543 Tata Niaga Pemasaran 615 C. MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL Mata pelajaran muatan lokal yang disertifikasi adalah muatan lokal dengan ketentuan sebagai berikut 1. Ditetapkan dengan Peraturan Daerah/Peraturan Gubernur/Bupati/ Walikota. 2. Telah memiliki standar isi dan standar kompetensi guru muatan lokal yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. No Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Muatan Lokal Kode 1 SD/MI/SDLB;SMP/MTs/SMPLB; SMA/MA/SMALB/SMK/MAK Bahasa Daerah Bahasa Jawa 746 Bahasa Sunda 748 2 SD/MI/SDLB;SMP/MTs/SMPLB; SMA/MA/SMALB/SMK/MAK* Untuk mata pelajaran muatan lokal yang belum tercantum kodenya pada tabel kode mata pelajaran yang telah disediakan pada butir A dan butir B, maka kode mata pelajaran muatan lokal akan diberikan jika dokumen sebagaimana ketentuan di atas telah dilengkapi.